Program Perhitungan Minyak Petroleum Create your own banner at mybannermaker.com!
bisnis tiket pesawat online Peluang Bisnis Tiket Pesawat
Draft Survey Software untuk Pelaut

Wednesday, November 30, 2011

Alamaak! 1 dari 6 Warga Inggris 'Kumpul Kebo'


Ilustrasi (Alamy/The Telegraph)
London - Angka pernikahan di Inggris tercatat mengalami penurunan. Bahkan 1 dari 6 orang saat ini hidup bersama pasangannya tanpa menikah alias 'kumpul kebo'.

Demikian seperti disampaikan oleh Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) dan dilansir The Telegraph, Rabu (30/11/2011).

Dalam laporan ONS tersebut, terdapat tren menurunnya angka pernikahan di Inggris, di mana pasangan yang menikah tercatat kurang dari 50 persen populasi penduduk dewasa di Inggris. Sedangkan sebanyak 51,9 persen penduduk dewasa di Inggris saat ini hidup melajang, bercerai, atau menjadi janda. Total penduduk dewasa yang tinggal di Inggris tahun 2010 adalah 44,9 juta orang.

"Salah satu alasan utama penurunan jumlah penduduk yang menikah dan peningkatan dalam populasi penduduk yang melajang adalah pertumbuhan kohabitasi oleh pasangan-pasangan yang tidak menikah," demikian bunyi laporan ONS.

Tren menurunnya angka pernikahan di Inggris telah berlangsung sejak tahun 1970-an. Hasil laporan riset ONS pada tahun 2010 menunjukkan bahwa satu dari enam warga Inggris hidup 'kumpul kebo' dengan pasangannya.

"Pada awal tahun 1960-an, kurang dari satu dari 100 penduduk dewasa di Inggris dengan usia di bawah 50 diperkirakan menjalani kehidupan 'kumpul kebo' pada suatu waktu, jika dibandingkan pada tahun 2010 tercatat satu dari enam penduduk," jelas laporan tersebut.

Anastasia de Waal, salah satu akademisi yang melakukan riset perilaku ini menuturkan, ada sejumlah penyebab kenapa lebih banyak pasangan tidak menikah dan lebih memilih hidup 'kumpul kebo' dengan pasangannya. Salah satunya adalah faktor kesejahteraan secara finansial.

"Survei perilaku berulang kali menunjukkan bahwa mayoritas kaum muda sebenarnya ingin menikah, hal ini menjadi cita-cita tertinggi bagi pasangan yang 'kumpul kebo'," tuturnya.

"Tapi pada masa-masa sulit, banyak pasangan yang merasa tidak mampu membiayai persyaratannya -- bukan pada pernikahannya, tapi lebih kepada hal-hal seperti memiliki rumah dan mobil sendiri. Dengan demikian, peningkatan angka pengangguran dan biaya hidup pada beberapa tahun terakhir di Inggris mungkin menjadi salah satu penyebab menurunnya angka pernikahan," tandas Anastasia.

Dalam laporan ONS itu juga disebutkan bahwa banyak pasangan yang memilih bercerai di usia tua. Sebanyak 17,6 persen dari semua warga yang berumur 53 tahun saat ini bercerai.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Disclaimer